VGA VIA di Ubuntu 9.04 dan Mandriva 2009 Gnome

Sungguh hal yang sangat menyenangkan bagi ku dan aku kira juga untuk semua pengguna Laptop Axioo ber VGA VIA, atau juga Komputer dengan VGA VIA. Karena kini dengan kernel terbaru VIA sangat men-support nya. Dari yang saya coba, setelah saya menerima kiriman dari shipit, tentang Ubuntu 9.04 dengan penasaran saya coba LIVE CDnya pada Laptop saya, masih dengan Axioo TVR718P awalnya saya takut klo nanti desktop freze putih atau hang… ternyata tidak seperti dugaan ku… desktop berjalan normal, bahkan resolusi secara otomatis menjadi 1280×800 atau ukuran maximal untuk laptop ku, juga masih dapat di tingkatkan ke resolusi yang lebih besar. Dan kali ini sama seperti di Ubuntu 8.04, Ubuntu 9.04 juga menyertakan driver VIA. Jadi menurut ku ada kemungkinan bahwa Compiz juga akan dapat berjalan. Desktop Gnome pun terasa lebih ringan, semua Hardware juga terdeteksi. Kali ini semua pengguna VGA VIA tidak lagi takut mencoba Ubuntu sebagai Desktopnya.

Setelah sangat puas dengan Ubuntu 9.04, saat sepulang sekolah kakak ku menawarkan Mandriva 2009 Gnome, yang katanya baru selesai download. Dengan positif thinking aku coba Distronya, dan Wow….. keren Desktop atau VGA terdeteksi degan baik, bahkan sangat baik, layaknya Ubuntu 9.04, Mandriva 2009 Gnome inipun juga menjalankan desktop dengan resolusi maximal, desktop tidak lagi putih, atau hang seperti yang pernah aku coba di Mandriva 2007 dan Mandriva 2008.1. Kekecewaan ku akan VGA VIA kini benar-benar hilang. Malah aku agak kecewa dengan VGA SiS, karena tidak mensupport Ubuntu atau Mandriva ataupun distro lainya dengan baik. Aku pernah pengalaman dengan VGA SiS karena ada beberapa teman ku, laptopnya sedikit lebih mahal tapi dengan VGA SiS saat mencoba Linux, baru booting saja sudah eror. Jadi hanya mampu di install Inside Windows. Dalam artikel ini bukan maksud ku untuk menjatuhkan, tetapi VGA SiS yang di bawakan oleh laptop seharga 5-7jt an adalah VGA yang hanya mensupport Windows, dan itu sudah aku alami secara pribadi ataupun bersama teman akan tetapi tidak dipungkiri bahwa kedepannya VGA SiS juga lebih baik, jadi jangan menyesal telah membeli Laptop murah dengan VGA VIA, karena kini Linux memberi solusi. HIDUP OPEN SOURCE.

Install Ubuntu 8.04 di Axioo dengan VGA VIA + Compiz

Ya awalnya aku menggunakan Ubuntu 8.10 tapi karena ada yang request buat kasi Panduan  Ubuntu 8.04 plus Compiz jadi aku nulis ini.

Pada dasarnya pada prosedur penginstallan Ubuntu 8.04 ini sama dengan menginstall Ubuntu 8.10
yang pernah aku posting sebelumnya, juga di artikelku sebelumnya,  Ubuntu di Laptop Axioo.
Hanya saja dengan  Ubuntu 8.04 kali ini,  Compiz akan di aktifkan plus  Desktop effects dengan
sedikit modifikasi.  Mulai dari  Ubuntu 8.04  inilah, prosedur penginstallan langsung dari booting
mulai disediakan oleh pengembangnya, sehingga dapat langsung install Ubuntu tanpa masuk Live
CD. Dengan ini, memberi kesempatan untuk para pengguna Laptop dengan VGA VIA agar dapat
mencoba Ubuntu, karena pada umumnya Laptop dengan VGA VIA kurang bekerja untuk Desktop
Manager   Gnome  oleh   karena   itu   cara   mensiasatinya   dengan   menginstall   ke   Harddisk   dan
kemudian memodifikasi file configurasinya.
Baik,   mengenai  Ubuntu   8.04,  Linux   Ubuntu   pada   versi   ini   sudah   menyertakan  Driver
Openchrome  secara default, sehingga tidak perlu menginstall driver secara manual, layaknya di
Ubuntu   8.10  pada   artikelku   sebelumnya.   Entah   karena   apa   Ubuntu   tidak   menyertakan   driver
Openchrome,   pada   versi  Ubuntu   8.10,   mungkin   dikarenakan   source­nya   belum   terbuka   untuk
kernel terbaru kale.

Sebelumnya spec Laptopku
Merk                    : Axioo TVR718P
Processor               : Intel Pentium Dual­Core T2730 @1,73 Ghz
RAM                     : DDR 2 SODIMM 1Gb
VGA                     : VIA Chrome9 HC IGP, P4M900/VN896CE share 384Mb

OK! Langsung ke Mode penginstallan saja (sama dengan Ubuntu 8.10) :
1. Siapkan CD/LiveCD Installation dari Ubuntu 8.04
2. Nyalakan Laptop dan gunakan boot melalui CD (dapat diatur melalui BIOS)
3. Setelah boot berhasil akan ditampilkan pada sebuah menu dan pemilihan bahasa (dalam
hal ini aku memilih bahasa Indonesia)
4. Langsung saja arahkan sorotan ke Install Ubuntu
5. Tekan F4 untuk memilih mode dan pilih Safe Mode
6. Setelah itu tinggal Enter dan tunggu proses.
Lakukan   mode   penginstallan   seperti   biasa   (tenang   kamu   akan   masuk   pada   mode   GUI   saat
penginstallan). Setelah selesai, kejadiannya sama denganUbuntu 8.10 yaitu Desktop Freeze putih.
Memang   untuk   ubuntu   ini   sudah   terinstall  Driver   Openchrome  sehingga   kemungkinan   untuk
menjalan Compiz ada. Hanya saja seperti di Ubuntu 8.10 kita harus melakukan sedikit configurasi
pada file /etc/X11/xorg.conf , file ini merupakan file utama untuk mengatur X server pada distro
Ubuntu juga variannya.
Untuk   mengkonfigurasi   file   ini   kamu   harus   menggunakan  recovery   mode  karena   kamu   tidak
mungkin masuk dan mengaturnya pada mode  GUI.  Setelah  Ubuntu 8.04  terinstall dengan benar,
caranya :
1. Lakukan Boot dari Harddisk
2. Setelah muncul boot loader GRUB kemudian pilih yang recovery mode
3. Proses akan berjalan, setelah itu akan muncul menu lagi, pilih Drop to root
Gunakan opsi nano untuk mengkonfigurasi file /etc/X11/xorg.conf
# nano /etc/X11/xorg.conf
Setelah itu baru masukkan konfigurasi seperti script dibawah ini (konfigurasi dibawah sama persis
seperti di Laptopku yang sudah jalan Compiz­nya) :

===============================================

  1. edited by jt/tzetta#
  2. #xorg.conf (X.Org X Window System server configuration file)
  3. # This file was generated by failsafeDexconf, using
  4. values from the debconf database and some overrides to use vesa mode.
  5. # You should use dexconf or another such tool for creating a “real” xorg.conf
  6. For example:
  7.    sudo dpkg­reconfigure ­phigh xserver­xorg

Section “InputDevice”
Identifier     “Generic Keyboard”
Driver         “kbd”
Option         “XkbRules” “xorg”
Option         “XkbModel” “pc105″
Option         “XkbLayout” “us”
EndSection
Section “InputDevice”
Identifier     “Configured Mouse”
Driver         “mouse”
EndSection
Section “InputDevice”
Identifier     “Synaptics Touchpad”
Driver         “synaptics”
Option         “SendCoreEvents” “true”
Option         “Device”               “/dev/psaux”
Option         “Protocol”             “auto­dev”
Option         “HorizEdgeScroll” “0″
EndSection
Section “Device”
Driver “via”
VendorName  “VIA Tech”
BoardName   “via”
Identifier     “Configured Video Device”
EndSection
Section “Monitor”
Identifier “Monitor”
ModeLine “720×480″ 26.7 720 736 808 896 480 481 484 497
ModeLine “720×576″ 32.7 720 744 816 912 576 577 580 597
ModeLine “800×480″ 29.58 800 816 896 992 480 481 484 497
ModeLine “848×480″ 31.5 848 864 952 1056 480 481 484 497
ModeLine “856×480″ 31.7 856 872 960 1064 480 481 484 497
ModeLine “960×600″ 45.98 960 1000 1096 1232  600 601 604 622 ­HSync +Vsync
ModeLine “1000×600″ 48.07 1000 1040 1144 1288 600 601 604 622 ­HSync +Vsync
ModeLine “1024×512″ 41.3 1024 1056 1160 1296 512 513 516 531
ModeLine “1088×612″ 52.95 1088 1128 1240 1392 612 613 616 634 ­HSync +Vsync
ModeLine “1152×720″ 67.32 1152 1208 1328 1504 720 721 724 746 ­HSync +Vsync
ModeLine “1200×720″ 70.18 1200 1256 1384 1568 720 721 724 746 ­HSync +Vsync
ModeLine “1280×600″ 61.50 1280 1336 1464 1648 600 601 604 622 ­HSync +Vsync
ModeLine “1280×720″ 74.6 1280 1341 1474 1688 720 721 724 746
ModeLine “1280×768″ 80.1 1280 1344 1480 1680 768 769 772 795
ModeLine “1360×768″ 85.50 1360 1392 1712 1744 768 783 791 807 +HSync +Vsync
ModeLine “1366×768″ 85.86 1366 1440 1584 1800 768 769 772 795 ­HSync +Vsync
ModeLine “1440×900″ 106.47 1440 1520 1672 1904 900 901 904 932 ­HSync +Vsync
ModeLine “1440×1050″ 126.2 1440 1536 1688 1936 1050 1051 1054 1087
ModeLine “1600×900″ 119.00 1600 1696 1864 2128 900 901 904 932 ­HSync +Vsync
ModeLine “1600×1024″ 136.36 1600 1704 1872 2144 1024 1025 1028 1060 ­HSync +Vsync
ModeLine “1792×1344″ 202.97 1792 1920 2112 2432 1344 1345 1348 1391 ­HSync +Vsync
ModeLine “1856×1392″ 218.57 1856 1992 2192 2528 1392 1393 1396 1441 ­HSync +Vsync
ModeLine “1920×1080″ 172.9 1920 2043 2249 2578 1080 1081 1084 1118
ModeLine   “2048×1536″   266.95   2048   2200   2424   2800   1536   1537   1540   1589   ­HSync
+Vsync
ModeLine “720×480″ 34.9 720 752 824 928 480 481 484 502
ModeLine “720×576″ 42.6 720 760 832 944 576 577 580 602
ModeLine “848×480″ 41.0 848 880 968 1088 480 481 484 502
ModeLine “856×480″ 41.3 856 888 976 1096 480 481 484 502
ModeLine “1024×512″ 53.3 1024 1072 1176 1328 512 513 516 535
ModeLine “1280×768″ 103.0 1280 1360 1496 1712 768 769 772 802
ModeLine “1440×1050″ 160.0 1440 1536 1696 1952 1050 1051 1054 1096
ModeLine “1280×768″ 118.5 1280 1368 1504 1728 768 769 772 807
ModeLine “1440×1050″ 184.5 1440 1544 1704 1968 1050 1051 1054 1103
ModeLine “848×480″ 47.4 848 888 976 1104 480 481 484 505
EndSection
Section “Screen”
Monitor  “Monitor”
SubSection “Display”
Modes  “1280×800″
Virtual 1280 800
Depth  24
EndSubSection
Identifier     “Default Screen”
Device         “Configured Video Device”
SubSection “Display”
Modes   “800×600″
EndSubSection
EndSection
Section “ServerLayout”
Identifier         “Default Layout”
Screen             “Default Screen”
InputDevice “Synaptics Touchpad”
EndSection
Section “Module”
Load  “glx”
Load  “dri”
Load  “extmod”
EndSection
Section “DRI”
Group 0
Mode 0666
EndSection
=================================

setelah setingan sesuai tekan Ctrl + O untuk menyimpan kemudian tekan Ctrl + X untuk keluar,
setelah itu gunakan perintah
# init 5
Mungkin setelah kamu gunakan perintah diatas  LCD Laptop akan mati, (ini sama yang terjadi
seperti di Laptopku) tapi tidak masalah hanya tinggal menghidupkan saja kan? Kalau di  Laptop
Axioo  biasanya   dengan   menekan   tombol  Fn   +   F2 (tombol   yang   biasanya   digunakan   untuk
berpindah   antara  LCD  Monitor Laptop dengan  LCD Projector). Setelah  itu  kamu baru   akan
masuk Login dan kemudian menikmati mode GUI.(ingat jika layar mati jangan bingung, hidupkan
saja dengan tombol yang ada pada keyboard semisal seperti Fn + F2 untuk Axioo)

Mengaktifkan Compiz

Konfigurasi  xorg.conf diatas   sudah   dengan  Driver   Compiz,   sehingga   tidak   perlu   melakukkan
konfigurasi   di   sisi   ini   kembali.   Kamu   tinggal   mengedit   configurasi   untuk   induk   dari  Compiz
letaknya di /usr/bin/compiz kamu bisa mengeditnya melalui Terminal. Berikut caranya :
1. Buka program Terminal di Aplication ­> Accessories ­> Terminal
2. Setelah itu masuk sebagai root dengan perintah
#sudo su
3. Setelah itu sistem akan meminta password, masukkan saja password
4. Gunakan perintah nano untu mengedit file /usr/bin/compiz seperti berikut :
#nano /usr/bin/compiz
5. Tambahkan kata via pada whitelist
6. Kemudian tekan Ctrl + O untuk menyimpan dan tekan Ctrl + X untuk keluar.
7. Setelah itu klik kanan pada Desktop di area kosong pilih Change Desktop Background
8. Klik pada tab Visual effect kemudian pilih Normal atau Extra
dan silahkan menikmati Desktop effect kamu, secara default Effect yang ada hanya Wobbly yang
kelihatan   menonjol.   Untuk   menjadikan  Desktop   Effect  kelihatan   lebih   wah   lagi,   kamu   harus
menambahkan aplikasi ccsm atau Compiz Config Settings Manager
Caranya :
1. Klik Aplication ­> Add/Remove Programs
2. Setelah itu pada pilihan untuk menunjukkan aplikasi pilih  All Availlble Aplication  kalo
tidak salah (maklum tidak hafal bhs Inggris) kalo seperti gambar di bawah ini aku sudah
merubahnya ke bahasa negeri sendiri,  Indonesia  yaitu  Semua aplikasi tersedia. (Lagian
juga jika mau berubah ke bhs Inggris harus reboot jadi agak males)
3. Kemudian ketikan kata kunci ccsm atau compiz
4. Setelah muncul Advanced Desktop Effects Settings (ccsm) beri tanda centang
5. Kemudian klik aply atau terapkan
6. Setelah itu sistem akan meminta  password  setelah kamu memasukkan  password, secara
otomastis sistem akan Mendownload Programs tersebut.
7. Setelah selesai dan terinstall, secara otomatis Programs itu berada di System ­> Preference
­> Advanced Desktop Effects Settings

8. Nah kalo dapat terbuka, silahkan berkolaborasi untuk memadukan effect.

============================

Download Panduannya, klik link dibawah ini

DOWNLOAD  Panduan Install Ubuntu 8.04 di Axioo dengan VGA VIA + Compiz

============================

Download xorg.conf seperti yang ada di laptopku (udah jalan compiz) tapi masih berupa file xorg.txt jadi rubah sendiri ke xorg.conf ya!!!!

DOWNLOAD configurasi

============================

thanks udah download

Contoh ScreenShot

Shift swicther effect

Shift swicther effect

Expo Effect

Expo Effect

VISTA di Axioo Neon

Yup!!! Windows Vista memberikan hal baru bagi penggemar Windows setelah Windows XP! Mulai dari sisi Security sampai Dektop Effects, bahkan DreamScene untuk Vista Ultimate. Sungguh taktik yang mengejutkan dari Microsoft bisa membuat hal besar seperti itu bahkan kabarnya sebentar lagi Windows 7 akan lahir sebagai penerus Vista. Kira-kira apa ya yang mebedakan?

Langsung, saja. Vista adalah salah satu System Operasi yang membutuhkan Spec hardware yang tinggi. Juga kemampuan Grafis yang tinggi pula. Hal tersebut tentu membuat seorang yang mempunyai atau memakai Processor lama dan memory yang tergolong sempit akan menyerah dengan Vista serta memilih untuk tidak menggunakannya. Tapi, aku akin bagi siapa saja yang membeli PC dengan harga di kisaran 4 jt lebih sudah dlengkapi dengan hardware yang memadahi dan Memory yang menjangkau. Okey.. terlalu nglantur ke PC, kita kembali ke Laptop. Axioo yang merupakanpelopor Notebook murah di Indonesia menawarkan Produk yang di Label NEON kepada masyarakat yang notabene menawarkan kemampuan yang seadanya. Hal ini mengingatkan aku pada artikelku sebelumnya, yaitu Linux Ubuntu di Laptop Axioo. Dimana VGA VIA bawaanya Notebook tidak terdeteksi dengan baik oleh Kernel Ubuntu 8.10. Bahkan Desktop Effect/Compiznya tidak bekerja. Tidak seperti di Windows, effect desktop dapat bekerja dengan baik. Karena emang drivernya sudah terinstall dengan baik. Suatu hari, aku punya keinginan untuk mencoba Windows Vista. Karena aku takut Laptopku nggak kuat untuk jalan dengan lingkungan Vista, akhirnya aku cari di rumah Om Google, Windows Vista dengan Spec Hardware yang paling rendah. Dan aku menemukan Windows Home Basic. Setelah itu aku langsung jalan-jalan ke piratebay yang punya banyak sekali koleksi. Setelah aku searching, memang banyak Windows Vista Home Basic dari berbagai versi, tapi rata-rata seeder-nya sedikit, bahkan sempet nyasar ke Windows Vista Home Premium. YUP!! Variant Windows Vista yang cukup berat setelah Vista Ultimate. Tapi yang laris seeder-nya malah yang Home Premium. Ya sudah, akhirnya aku maksa cari Home Premium, karena waktu itu aku punya rencana setelah Liburan aku harus pakai Vista dengan Ubuntu. Sambil ngisi Liburan aku surfing nyari Informasi tentang Vista. Suatu ahari aku menemukan Windows Vista Home Premium 32-bits dengan ukuran hanya 704 Mb. Ini merupakan keanehan bagiku, yang lainnya ukurannya sampai 2.8 Gb. Nggak ambil pusing, langsung aku Download dari torrent-nya, setelah selesai Download langsung aku Bakar ISO-nya setelah jadi ternyata namanya VistaLite. Aku diambang antara percaya ato tidak, jangan-jangan editan dari Windows XP yang dikasih tem Vista, atau kalau tidak itu Adalah Vista dengan Feature seadanya. Aku jadi males nyobanya. Padahal niatnya aku mau ganti Vista. Setelah lama nyimpen tapi nggak ke pakai, beruntungnya ada temen ku yang Laptopnya mau di Install Ulang, langsung dech aku tawarin Windows Vistaku, sekalian nyoba bagaimana hasilnya (kebetulan Laptopnya sama dengan Laptopku yaitu Axioo tapi versinya saja yang agak lama). Dan Temenku percaya saja (aku jahat yaw?) tapi, setelah selesai di install ternyata memang benar Windows Vista Home Premium, bahkan semua feature terisntall dengan baik sampai Windows AERO. Source installasinyapun mekar jadi 5 Gb lebih. Sekarang aku dapat mengambil kesimpulan, mungkin orang yang membuatnya seorang yang pandai, mengkompres file installasi hingga sekecil mungkin, seperti di Linux. Alhasil Vista Home Premium yang besarnya sekita 2.8 Gb disulap menjadi 704 Mb. Tidak ragu lagi, aku langsung install Vista tersebut ke HDD ku, aku sandingkan dengan Linux Ubuntu 8.10.

Installasi aku lakukkan lewat Harddisk, karena sudah 5 kali aku bakar pake CD nggak bisa booting karena kemampuan optik CD ku yang sudah loyo. Jadi aku install XP dulu, lalu istall Vista. Setelah selesai aku install jug a driver laptopku setelah itu baru aku aktifkan effect AERO dan Wow… berjalan mulus, seperti layaknya compiz menjalankan video dengan dengan effects secara bersamaan. Jadi VGA VIA VN896/P4M900 di Laptopku bagus banget sampai bisa jalankan effects seberat itu di windows. Padahal untuk 3D di Linux susahnya minta ampun.

Effects 1

Effects 1

Effects 2
Effects 2
Effects 3

Linux Ubuntu di Laptop Axioo

Axioo merupakan produsen Laptop/Notebook yang cukup di kagumi atau cukup banyak dinikmati oleh para konsumen teknologi di Indonesia, karena selain harganya yang cukup murah (Seri Neon), juga memberikan perangkat dengan fitur yang cukup lengkap dengan performance yang cukup tinggi pula. Tapi, hal tersebut kurang bekerja dengan baik pada pemilihan VGA, VGA Axioo rata-rata menggunakan vendor VIA, yang notabene kurang terkenal dan kurang memiliki performance yang lebih.

Menurut, dokumentasi dari VIA sendiri sebenarnya Chipset VGA yang digunakan pada Laptop/Notebook Axioo adalah seri Chipset yang juga High End dan termasuk dalam S3 Graphic Chipset yang mendukung 3D Accelerrated. Hal itu memang nyata terbukti saat konsumen menggunakan system operasi Microsoft Windows, bahkan kabarnya Windows Vista pun dapat berjalan dengan baik. Pengalaman ku menggunakan Windows XP SP3 saat aku install Deskspace 3D, aplikasi tersebut berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun, saat aku menjalan mode CUBE layaknya compiz di Linux juga berjalan dengan baik tanpa gannguan ataupun lambat. Desktop berubah menjadi 6 bagian, tapi hal itu tidak secantik Compiz Fusion di Linux. Walapun seperti itu tapi, bagi orang-orang teknik di bidang IT, pasti tidak akan menggunakan Windows tersebut, banyak alasan mengapa Windows ditinggalkan, mulai dari Virus, systemnya yang sekarang sering terjadi crash, dan yang paling utama adalah karena Windows sangat Mahal. Dan kalaupun menggunakan versi bajakan, bisa kena penyapuan dari pihak Microsoft. Maka dari itu Linux merupakan tempat yang tepat untuk mengatasi segala masalah tersebut. Tapi sayang, VGA VIA tidak berjalan mulus dengan Accelerrator system OpenGL. Kalau menurut ku sebenarnya, memang VGA VIA itu adalah VGA yang sudah cukup bagus. Ketika aku lihat di forum tkArena situs viaarena sudah menyediakan driver Linux untuk mensupport OpenGL, tetapi rata-rata hanya pada Linux versi lama. Semisal Ubuntu 7.04, bahkan dokumentasi di viaarena menyatakan bahwa untuk mendukung 3D accelerrated dapat menggunakan Fedora Core 5/6/7. Itu berarti sebenarnya VIA sudah dapat men-support Linux maupun OpenGL mungkin hanya saja source code VGA nya yang masih tertutup. Hal ini membuat para penikmat Linux kecewa ketika ingin mencoba Linux di Laptop mereka dengan menggunakans Chipset VGA dari VIA.

Akan tetapi, tidak selamanya source kode dari VIA itu akan tertutup. Banyak dari forums ubuntu yang mencoba meng-compile beberapa script dan pengaturan di bagian /etc/X11/xorg.conf untuk mendapatkan yang terbaik. Dan usaha mereka tidak sia-sia banyak yang sudah dapat menginstall Ubuntu bahkan untuk versi terbaru yaitu Ubuntu 8.04 dan 8.10, termasuk aku yang sekarang menggunakan Ubuntu 8.10. Laptopku tidak bagus aku menggunakan Axioo TVR718P dengan Chipset VGA VIA Chrome9 HC IGP CN896CE/VN896/P4M900+VT8237A. Awal menginstall aku memang tidak berhasil, ternyata kalo pake laptopku install ubuntu tersebut tidak secara normal installation, harus memlalui safe mode, jadi disini bagi yang mempunyai laptop ataupun chipset VGA yang sama dengan aku tidak akan pernah dapat untuk menikmati Live CD dari Linux ubuntu, atau juga Linux dengan versi kernel terbaru lainnya. Jadi terpaksa harus langsung di install itupun pake safe mode. Beruntungnya aku sudah tau duluan bagaimana seluk-beluk Linux Ubuntu jadi tidak ada keraguan untuk menginstallnya.

Baik langsung keprosedur penginstallannya. Bagi yang belum tau Linux Ubuntu dimohon untuk mempelajari dulu atau cari tahu dulu, tapi aku yakin yang memabca panduan ini pasti adalah orang yang sudah mengerti Linux Ubuntu dan ingin mencobanya. Dalam prosedur kali ini kita akan menginstall Ubuntu 8.10 kedalam Laptop Axioo dengan VGA Chipset CN896CE/VN896/P4M900 + VT8237A.

  1. Siapkan CD/LiveCD Installation dari Ubuntu tersebut (aku pakai 8.10)

  2. Nyalakan Laptop dan gunakan boot melalui CD (dapat diatur melalui BIOS)

  3. Setelah boot berhasil akan ditampilkan pada sebuah menu dan pemilihan bahasa (dalam hal ini aku memilih bahasa Indonesia)

  4. Langsung saja arahkan sorotan ke Install Ubuntu

  5. Tekan F4 untuk memilih mode dan pilih Safe Mode

  6. Setelah itu tinggal Enter dan tunggu proses.

Pada saat tampilan installasi muncul sepertinya VGA VIA sudah terdeteksi, tapi memang ternyata sudah terdeteksi hanya saja belum bekerja dengan baik.

Lakukan installasi sesuai dengan prosedur dan pengaturan kamu. Setelah selesai install, system akan meminta reboot, dari situ kamu pasti menemui layar freze dengan piksel pecah putih. Memang itulah VGA VIA, yang tidak terdeteksi dengan normal. Oleh karena itu anda tidak akan mungkin menjalankan mode GUI setelah instalasi ini. Karena tidak bisa setting lewat GUI kita gunakan mode terminal atau biasa disebut mode teks. Pada GRUB menu pilih (recovery mode), setelah itu kita akan dihadapkan pada menu lagi, pilih saja Drop to root maka kita akan masuk pada command, diamana posisi kita sebagai root.

Setelah itu gunakan perintah nano untuk meng-edit file xorg.conf di /etc/X11

# nano /etc/X11/xorg.conf

(bisa juga menggunakan perintah yang lain, semidal vi editor atau gedit)

edit file isinya sesuai dengan script di bawah ini :

==============================================================================================

#edited by tzetta, jt

# xorg.conf (X.Org X Window System server configuration file)

#

# This file was generated by dexconf, the Debian X Configuration tool, using

# values from the debconf database.

#

# Edit this file with caution, and see the xorg.conf manual page.

# (Type “man xorg.conf” at the shell prompt.)

#

# This file is automatically updated on xserver-xorg package upgrades *only*

# if it has not been modified since the last upgrade of the xserver-xorg

# package.

#

# If you have edited this file but would like it to be automatically updated

# again, run the following command:

# sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Generic Keyboard”

Driver “kbd”

Option “XkbRules” “xorg”

Option “XkbModel” “pc105″

Option “XkbLayout” “de”

EndSection

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Configured Mouse”

Driver “mouse”

Option “CorePointer”

EndSection

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Synaptics Touchpad”

Driver “synaptics”

Option “SendCoreEvents” “true”

Option “Device” “/dev/psaux”

Option “Protocol” “auto-dev”

Option “HorizEdgeScroll” “0″

Option “SHMConfig” “true”

EndSection

Section “Device”

Identifier “Configured Video Device”

Driver “openchrome”

Option “ActiveDevice” “LCD,CRT”

Option “NoDDCValue” “true”

Option “XaaNoImageWriteRect” “true”

Option “SWCursor” “true”

EndSection

Section “Monitor”

Identifier “Configured Monitor”

Option “PreferredMode” “1280×800″

EndSection

Section “Screen”

Identifier “Default Screen”

Monitor “Configured Monitor”

Device “Configured Video Device”

DefaultDepth 24

SubSection “Display”

Depth 24

Modes “1280×800″

EndSubSection

EndSection

Section “ServerLayout”

Identifier “Default Layout”

Screen “Default Screen”

# commented out by update-manager, HAL is now used

InputDevice “Synaptics Touchpad”

EndSection

Section “Files”

ModulePath “/usr/lib/xorg/modules”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/misc”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/cyrillic”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/100dpi/:unscaled”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/75dpi/:unscaled”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/Type1″

FontPath “/usr/share/fonts/X11/100dpi”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/75dpi”

FontPath “/var/lib/defoma/x-ttcidfont-conf.d/dirs/TrueType”

EndSection

Section “Module”

Load “dbe”

Load “extmod”

Load “dri”

Load “xtrap”

Load “record”

Load “glx”

EndSection

Section “Device”

### Available Driver options are:-

### Values: <i>: integer, <f>: float, <bool>: “True”/”False”,

### <string>: “String”, <freq>: “<f> Hz/kHz/MHz”

### [arg]: arg optional

#Option “PrintVGARegs” # [<bool>]

#Option “PrintTVRegs” # [<bool>]

#Option “I2CScan” # [<bool>]

#Option “VBEModes” # [<bool>]

#Option “NoAccel” # [<bool>]

#Option “AccelMethod” # <str>

#Option “ExaNoComposite” # [<bool>]

#Option “ExaScratchSize” # <i>

#Option “SWCursor” # [<bool>]

#Option “ShadowFB” # [<bool>]

#Option “Rotate” # [<str>]

#Option “VideoRAM” # <i>

#Option “ActiveDevice” # [<str>]

#Option “BusWidth” # [<str>]

#Option “Center” # [<bool>]

#Option “PanelSize” # [<str>]

#Option “ForcePanel” # [<bool>]

#Option “TVDotCrawl” # [<bool>]

#Option “TVDeflicker” # <i>

#Option “TVType” # [<str>]

#Option “TVOutput” # [<str>]

#Option “DisableVQ” # [<bool>]

#Option “DisableIRQ” # [<bool>]

#Option “EnableAGPDMA” # [<bool>]

#Option “NoAGPFor2D” # [<bool>]

#Option “NoXVDMA” # [<bool>]

#Option “VbeSaveRestore” # [<bool>]

#Option “DisableXvBWCheck” # [<bool>]

#Option “MaxDRIMem” # <i>

#Option “AGPMem” # <i>

Identifier “Card0″

Driver “openchrome”

VendorName “VIA Technologies, Inc.”

BoardName “CN896/VN896/P4M900 [Chrome 9 HC]”

BusID “PCI:1:0:0″

EndSection

Section “Screen”

Identifier “Screen0″

Device “Card0″

Monitor “Monitor0″

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 1

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 4

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 8

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 15

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 16

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 24

EndSubSection

EndSection

==============================================================================================

setelah itu save, kemudian silahkan masuk mode grafik dengan mengetikkan perintah

# init 5

sekarang kamu sudah bisa menikmati desktop ubuntu dengan tenang.

Atau jika kamu ingin baca tutorialnya bisa kamu Download dengan klik tulisan di bawah ini

DOWNLOAD Ubuntu di Axioo.pdf

————————————————————————————————————————-

Tambahan

————————————————————————————————————————-

Atau Replace /etc/X11/xorg.conf dengan configurasi file yang bisa kamu Download, klik tulisan di bawah ini

DOWNLOAD xorg.txt

untuk me-replace bisa gunakan perintah < cp > tapi sebelumnya kamu harus simpan file xorg.txt yang sudah kamu Download ke media penyimpanan semisal Flash Disk, setelah itu mount di /mnt perhatikan perintah berikut ini :

( tancapkan Flash Disk ke USB port)

# mount /dev/sdb1 /mnt/

Kemudian copy file xorg.txt yang sudah kamu simpan tadi ke System dengan perintah berikut :

# cp /mnt/xorg.txt /etc/X11/xorg.conf

(ingat syaratnya boot pake Recovery Mode trus gunakan opsi Drop to root) Setelah semua selesai langsung gunakan perintah

# init 5

maka akan muncul desktop Ubuntu 8.10 Enjoy…..

————————————————————————————————————————-

Screenshot dari laptop q

Desktop

Desktop

Mozilla dan File Manager

Mozilla dan File Manager

Ponsel sekelas Notebook/Laptop

Ada ponsel sekelas Notebook? Eitss…jangan tertegun dulu, yang aku maksud disini bukan Ponsel yang fiturnya sekelas dengan Notebook/Laptop. Tapi, harga ponsel yang sekelas Notebook! Bagi para ponsel mania yang sering ngikuti berita baru tentang perdagangan dan peluncuran Ponsel di Indonesia pasti tau tentang ini. Karena aku tau ini juga dari sebuah majalah Ponsel yang cukup ngetop (langgananku).

Ok! Langsung saja, baru-baru ini vendor ponsel besar seperti Nokia dan Sony Ericsson meluncurkan smartphone dengan kisaran harga yang cukup tinggi, bahkan jika di buat untuk beli laptop aja sudah dapat sebuah laptop dengan fitur yang cukup menarik. Contohnya saja Sony Ericsson dengan produk yang disebut Xperia X1 itu, harganya menembus 9jt-an, kemudian Nokia yang merilis N96-nya dengan banderol harga lebih dari 7jt. Bayangkan saja, dengan uang sebesar itu kita bisa dapat apa jika membeli sebuah notebok/laptop? Padahal jika kita pikir dengan benar-benar antara Laptop dengan Ponsel jauh lebih bermanfaat Laptop hanya saja lebih portable Ponsel. Fitur yang di sediakan pun tidak cukup menarik, kalo di laptop malah lebih lengkap! Mungkin salah satu hal yang tidak bisa di bandingkan dengan Laptop adalah fasilitas untuk berkomunikasinya. OK! Ponsel dapat digunakan untuk berkomunikasi tapi, sekali lagi Laptop yang juga sebagai komputer portable dapat digunakan untuk berkomunikasi walau harus menambah beberapa komponen lagi. Semua bebas berpendapat tentang itu, kalau di tempatku sudah banyak hotspot WiFi yang berdiri di berbagai lokasi rekreasi atau mal-mal, bahkan pusat kota. Jadi banyak orang yang memanfaatkan Laptop untuk menikmati fasilitas tersebut! Di sekolahku juga sudah berdiri 3 Hotspot yang siap di pakai dengan standard 802.111 b/g. Sudah cerita tentang laptop dan hotspotnya, kembali kita membandingkan antara Smart Phone dengan harga tinggi itu! Tapi karena mungkin kemajuan jaman, orang tetap bisa memandag Ponsel sebagai salah satu sarana-prasarana telekomunikasi yang penting. Apalagi jika sebuah telepon genggam tersebut menyediakan fasilitas sekaya fitur komputer, sampai penanaman WiFi pada Ponsel. Bahkan untuk produk Sony sudah menggunakan sebuah OS dari microsoft yaitu Windows Mobile 6-nya yang terbaru, Sedang Nokia memakai OS kebanggaanya yaitu Symbian yang sekarang sudah mencapai v9.2 3rd Edition.

Disni bukan rubrik Compare, tapi hanya sekedar informasi. Untuk menilai ini ya terserah yang membaca, ya nggak?

Nokia N96

Nokia N96

Sony Ericsson Xperia X1

Sony Ericsson Xperia X1

Ditulis dalam Teknologi. 4 Komentar »

Tantangan BlankOn 2009

 

Apa itu Tantangan BlankOn?

Tantangan BlankOn adalah tantangan proyek BlankOn untuk mahasiswa dan pelajar Indonesia. Mahasiswa dan pelajar Indonesia yang berminat dapat menjadi peserta tantangan dan menyelesaikan tantangan dalam waktu 3 bulan. Akan ada imbalan berupa uang tunai bagi peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memerkenalkan Blankon ke kalangan pelajar dan mahasiswa sekaligus melibatkan mereka dalam pengembangannya. Nilai hadiah tidak menyerminkan tingkat kesulitan namun tingkat pentingnya tantangan tersebut namun hingga saat ini belum dapat dikerjakan sendiri oleh tim pengembang yang ada karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Kecuali disyaratkan dalam masing-masing halaman tantangan, hasil pekerjaan asli (bukan patch atau karya turunan upstream) dilisensikan secara sukarela ke lisensi Perangkat Lunak Terbuka yang terdaftar di OSI atau Creative Commons (pilih antara CC-BY-SA atau CC-BY-ND).

Secara umum, tantangan dianggap berhasil dikerjakan apabila peserta dinilai mampu memenuhi 100% kriteria wajib dan 80% kriteria tambahan. Namun secara khusus tiap-tiap tantangan mungkin berbeda dalam kriteria penilaiannya, silakan kunjungi masing-masing halaman tantangan untuk lebih jelasnya. Penilaian dilakukan oleh para mentor.

Total imbalan yang disediakan adalah Rp 20.000.000 yang disponsori oleh Yayasan Air Putih. Tim BlankOn masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menambahkan total nilai imbalan. Dari nilai yang diberikan akan didistribusikan secara proporsional ke daftar tantangan yang tersedia di bawah ini. Tidak tertutup kemungkinan untuk mensponsori tantangan lain yang belum ada di daftar tantangan di bawah.

Untuk lebih jelas lagi silahkan klik disini……(kamu akan masuk ke situs pengembang BlankOn)

(Dikutip dari dev.blankonlinux.or.id untuk tujuan informasi)

Install Sistem Operasi di dalam Sistem Operasi

Memang, kadang mempunyai Sistem Operasi 1 saja sudah bingung mau di apain aja. Tapi, bagi yang suka dengan hal baru ataupun dituntut untuk bisa karena tugas sekolah itu menjadi hal yang sangat penting untuk memiliki lebih dari 1 Sistem Operasi. Memang bagi orang awam ini sangat lucu, tapi bagi para pakar IT ini adalah hal yang biasa. Nah disini saya mau bagi tips bagi yang belum pernah mencoba Dual Sistem akan tetapi, cara ini tidaklah menggunakan banyak partisi atau bisa disebut Dual Boot. Disini yang saya maksud adalah Dual Sistem yang berarti 2 Sistm Operasi yang berjalan. Pada dasarnya yang berjalan hanyalah 1 Sistem operasi saja. Sistem Operasi yang kedua ini hanya berjalan secara Virtual saja, eitss jangan khawatir walau hanya Virtual tapi, kamu pasti merasakan bagaikan kamu menginstall seperti aslinya. Lagian juga dengan menggunakan Virtual, kamu tidak akan kehabisan ruang di Harddisk, sebab ini hanya virtual. Misal Saja Harddisk kamu secara fisik hanya 40Gb, di virtual ini kamu bisa membuatnya dengan ukuran 60Gb atau lebih. Cara ini menggunakan salah satu aplikasi terbitan SUN, tapi dari Microsoft juga ada kok. Dari SUN namanya VirtualBox (Recomendasi Penulis), dari Microsoft bernama VirtualPC. Semua aplikasi tersebut bisa kamu Download dengan GRATIS pada bagian IT DOWNLOAD.

Caranya pun sangat mudah tinggal Download sesuai tipe processor(Penulis menggunakan tipe x86, untuk platform AMD juga tersedia), kemudian install software sesuai prosedur, setelah selesai langsung jalan kan Aplikasinya. Mulailah anda membuat sistem Virtual ikuti pentunjuknya, disitu kamu harus mengisi seluruh syarat dengan benar. Nah kamu tinggal mulai installasi Sistem virtual tersebut seperti kamu menginstall pada komputer nyata. Sekali lagi jangan khawatir karena aplikasi tersebut tidak akan merusak sistem anda. Kamu bisa menginstal melalui CD/DVD-Drive kamu atau menggunakan file image seperti *.iso kedalam virtual. Selamat mencoba semoga ini bermanfaat bagi kamu yang pengen sekali mencicipi Sistem Operasi lain tanpa takut sistem kamu rusak misal saja Linux, kerenkan. Succes for you…

Basmi semua varian Virus secara manual tanpa AntiVirus

Halo semua, setelah selesai membahas tentang virus kenangan manisku dan virus STIKOM ternyata masih ada virus yang menjadi induk kenangan manisku, namanya Totokkerot.exe virus ini terletak i bagian startup pada windows sehingga dia akan melakukan aksi perusakan dimulai saat windows logon. Tapi, tenang dulu tidak selamanya virus ini akanmenyerang sebab virus ini juga menunggu dan mengawasi kegiatan kita. Karena sebenarnya virus ini tidak tau apa-apa tentang sistem kita, dia bisa tau kalo kita membuka sistem. Jadi jangan sampai membuka-buka/bongkar sistem kalo misal komputer kamu terkena virus ini, so… bahaya banget.

Langsung kepembasmiannya saja ya…. Begini file yang bernama Totokerot.exe ini tidak dapat dihapus dari sistem saat windows berjalan. Jadi kamu bisa menggunakan CD booting untuk masuk Sistem DOS lalu menghapusnya secara manual melalui Sistem DOS tersebut(Bahkan ini berlaku bagi semua varian virus, jika kita tau dimana letak dan namanya). Tapi, bagi kamu yang tidak mempunyai CD bootng untuk Sistem DOS jangan khawatir, toh ini pun kalo terpaksa bisa menjadi jalan pintas. Yaitu dengan tetap menjalankan windows seperti biasanya. Masuk pada direktori virus induk itu tersebut berada (Bisa mengunakan fasilitas search) lalu ubah ekstensinya dari *.exe menjadi file lain semisal *.doc kemudian hapus seperti biasanya. Jangan lupa mengosongkan Recyclebin setelah menghapusnya.

Contoh:

Sebelum di Rename

Sebelum di Rename

Setelah di Rename

Setelah di Rename

Sebelumnya untuk menampilkan ekstensi pada setiap file agar bisa dirubah ekstensinya saat rename, dengan cara mengaturnya pa folder options, lalu hilangkan tanda centang pada Hide extensions for known file types

Perhatikan gambar

Folder Options

Folder Options

Nah, mudahkan. Setelah semua selesa ada baiknya kamu harus mengubah kembali pengaturan di Folder Options tadi, karena dengan ketidak sengajan kamu bisa jadi kamu me-rename file yang ekstensinya tidak sesuai. Cayo….

Anime Forum

Untuk gabung di Anime Forum ini, caranya mudah!!

tanapa perlu registrasi ato pendaftaran yang rumit!!!

ayo gabung dengan cukup klik tulisan di bawah ini

ANIME FORUM

Ditulis dalam Anime. Leave a Comment »

Informasi Anime Terbaru

Moshi-moshi

Bagi temen-temen penggemar anime, tentu saja suka banget dengan judul-judul baru dari sebuah karya, dan juga pasti senang dengan wallpaper anime.

Yup dengan itu penulis mau berbagi pengetahuan, mungkin kalian pernah ke situs ini tapi bagi yang belum silahkan datang saja. Cuma lihat-lihat gak apa-apa kok! Kalau mau download juga Ok!

Ayo tunggu apa lagi Klik disini

Mau aman dari Virus Komputer ? (Kenangan Manisku.exe & STIKOM)

Moshi-moshi…

Disini aku mau berbagi pengalamn terutama dibidang komputer. Sebelumnya aku mau cerita sesuatu yaitu disekolahku yang lagi maraknya adalah virus yang menamakan dirinya Kenangan Manisku.exe virus ini sekilas seperti folder tapi ber-ekstensi (*.exe) hampir semua Lab. Komputer di sekolahku terkena virus ini apalagi virus ini dapat mengandakan tanpa diperintah. Yang lebih parah lagi virus ini tidak bisa dihapus saat kita sudah mengoperasikan komputer. Selain itu virus ini juga mempunyai duplicate yang banyak kalo hanya satu yang dihapus dalam hitungan detik pasti kembali lagi. Virus ini menginfeksi semua folder yang kita buka. Misal tanpa sepengatahuan kita komputer kita terkenan virus ini, terus kita membuka sebuah folder (dimanapun folder itu berada) maka secara otomatis virus itu akan membuat duplicate dengan nama sesuai nama folder yang kita buka tapi, ber-eklstensi (*.exe) yang diletakkan didalam folder. File induk virus ini adalah Kenangan Manisku.exe. Lain lagi dengan virus yang membawa nama sebuah sekolah ini, virus ini membuat file cadangna yang ber-ekstensi (*.sucks) namanya sesuai nama folder. Masalah cara penginfeksiannya sama dengan virus Kenangan Manisku.exe.

Nah, masalah pembasmiannya ternyata cukup mudah tapi bukan pakai AntiVirus, karena sampai tulisan ini dibuat belum ada yang bisa membasmi tuntas virus tersebut hanya saja salah satu anti virus yaitu PCMAV ini dapat mendeteksi tapi tetap saja tidak bisa menghapusnya. Untuk alasannya kenapa, masih belum diketahui. Oke langsung kepembasmianya saja. Saat kamu baru masuk (login) pertama yang harus kamu buka adalah Search… pilih files and folders tulis saja langsung nama filenya contoh Kenangan maka komputer akan secara langsung menampilkan file yang kamu cari. Kemudian lihat atributnya kalau iconnya folder tapi, atributnya Aplication berarti itu virus, langsung delete seperti biasa, arahkan langsung pointer ke Recyclebin terus kilk kanan pilih Empty Recyclebin dan hapus semuanya maka unduk file tersebut sudah hilang, untuk menghapus duplikatnya kembali ke Search ketik *.exe maka semua file yang ber-ekstensi *.exe akan secara otomatis terlihat lihat icon yang berbentuk folder tapi ber-atribut Aplication, blok semuanya dan hapus seperti biasa, kemudian kosongkan Recyclebin (untuk lebih aman). Untuk Virus STIKOM caranya juga sama yaitu dengan mengunakan fasilitas Search. Untuk mencari file *.sucks pun bisa melalui Search dan hapus seperti tadi. Dengan semua cara inilah aku bisa terbebas dari virus jahanam tersebut, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kunjungi juga blog ku yang lain dengan klik disini

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!