VISTA di Axioo Neon

Yup!!! Windows Vista memberikan hal baru bagi penggemar Windows setelah Windows XP! Mulai dari sisi Security sampai Dektop Effects, bahkan DreamScene untuk Vista Ultimate. Sungguh taktik yang mengejutkan dari Microsoft bisa membuat hal besar seperti itu bahkan kabarnya sebentar lagi Windows 7 akan lahir sebagai penerus Vista. Kira-kira apa ya yang mebedakan?

Langsung, saja. Vista adalah salah satu System Operasi yang membutuhkan Spec hardware yang tinggi. Juga kemampuan Grafis yang tinggi pula. Hal tersebut tentu membuat seorang yang mempunyai atau memakai Processor lama dan memory yang tergolong sempit akan menyerah dengan Vista serta memilih untuk tidak menggunakannya. Tapi, aku akin bagi siapa saja yang membeli PC dengan harga di kisaran 4 jt lebih sudah dlengkapi dengan hardware yang memadahi dan Memory yang menjangkau. Okey.. terlalu nglantur ke PC, kita kembali ke Laptop. Axioo yang merupakanpelopor Notebook murah di Indonesia menawarkan Produk yang di Label NEON kepada masyarakat yang notabene menawarkan kemampuan yang seadanya. Hal ini mengingatkan aku pada artikelku sebelumnya, yaitu Linux Ubuntu di Laptop Axioo. Dimana VGA VIA bawaanya Notebook tidak terdeteksi dengan baik oleh Kernel Ubuntu 8.10. Bahkan Desktop Effect/Compiznya tidak bekerja. Tidak seperti di Windows, effect desktop dapat bekerja dengan baik. Karena emang drivernya sudah terinstall dengan baik. Suatu hari, aku punya keinginan untuk mencoba Windows Vista. Karena aku takut Laptopku nggak kuat untuk jalan dengan lingkungan Vista, akhirnya aku cari di rumah Om Google, Windows Vista dengan Spec Hardware yang paling rendah. Dan aku menemukan Windows Home Basic. Setelah itu aku langsung jalan-jalan ke piratebay yang punya banyak sekali koleksi. Setelah aku searching, memang banyak Windows Vista Home Basic dari berbagai versi, tapi rata-rata seeder-nya sedikit, bahkan sempet nyasar ke Windows Vista Home Premium. YUP!! Variant Windows Vista yang cukup berat setelah Vista Ultimate. Tapi yang laris seeder-nya malah yang Home Premium. Ya sudah, akhirnya aku maksa cari Home Premium, karena waktu itu aku punya rencana setelah Liburan aku harus pakai Vista dengan Ubuntu. Sambil ngisi Liburan aku surfing nyari Informasi tentang Vista. Suatu ahari aku menemukan Windows Vista Home Premium 32-bits dengan ukuran hanya 704 Mb. Ini merupakan keanehan bagiku, yang lainnya ukurannya sampai 2.8 Gb. Nggak ambil pusing, langsung aku Download dari torrent-nya, setelah selesai Download langsung aku Bakar ISO-nya setelah jadi ternyata namanya VistaLite. Aku diambang antara percaya ato tidak, jangan-jangan editan dari Windows XP yang dikasih tem Vista, atau kalau tidak itu Adalah Vista dengan Feature seadanya. Aku jadi males nyobanya. Padahal niatnya aku mau ganti Vista. Setelah lama nyimpen tapi nggak ke pakai, beruntungnya ada temen ku yang Laptopnya mau di Install Ulang, langsung dech aku tawarin Windows Vistaku, sekalian nyoba bagaimana hasilnya (kebetulan Laptopnya sama dengan Laptopku yaitu Axioo tapi versinya saja yang agak lama). Dan Temenku percaya saja (aku jahat yaw?) tapi, setelah selesai di install ternyata memang benar Windows Vista Home Premium, bahkan semua feature terisntall dengan baik sampai Windows AERO. Source installasinyapun mekar jadi 5 Gb lebih. Sekarang aku dapat mengambil kesimpulan, mungkin orang yang membuatnya seorang yang pandai, mengkompres file installasi hingga sekecil mungkin, seperti di Linux. Alhasil Vista Home Premium yang besarnya sekita 2.8 Gb disulap menjadi 704 Mb. Tidak ragu lagi, aku langsung install Vista tersebut ke HDD ku, aku sandingkan dengan Linux Ubuntu 8.10.

Installasi aku lakukkan lewat Harddisk, karena sudah 5 kali aku bakar pake CD nggak bisa booting karena kemampuan optik CD ku yang sudah loyo. Jadi aku install XP dulu, lalu istall Vista. Setelah selesai aku install jug a driver laptopku setelah itu baru aku aktifkan effect AERO dan Wow… berjalan mulus, seperti layaknya compiz menjalankan video dengan dengan effects secara bersamaan. Jadi VGA VIA VN896/P4M900 di Laptopku bagus banget sampai bisa jalankan effects seberat itu di windows. Padahal untuk 3D di Linux susahnya minta ampun.

Effects 1

Effects 1

Effects 2
Effects 2
Effects 3

Linux Ubuntu di Laptop Axioo

Axioo merupakan produsen Laptop/Notebook yang cukup di kagumi atau cukup banyak dinikmati oleh para konsumen teknologi di Indonesia, karena selain harganya yang cukup murah (Seri Neon), juga memberikan perangkat dengan fitur yang cukup lengkap dengan performance yang cukup tinggi pula. Tapi, hal tersebut kurang bekerja dengan baik pada pemilihan VGA, VGA Axioo rata-rata menggunakan vendor VIA, yang notabene kurang terkenal dan kurang memiliki performance yang lebih.

Menurut, dokumentasi dari VIA sendiri sebenarnya Chipset VGA yang digunakan pada Laptop/Notebook Axioo adalah seri Chipset yang juga High End dan termasuk dalam S3 Graphic Chipset yang mendukung 3D Accelerrated. Hal itu memang nyata terbukti saat konsumen menggunakan system operasi Microsoft Windows, bahkan kabarnya Windows Vista pun dapat berjalan dengan baik. Pengalaman ku menggunakan Windows XP SP3 saat aku install Deskspace 3D, aplikasi tersebut berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun, saat aku menjalan mode CUBE layaknya compiz di Linux juga berjalan dengan baik tanpa gannguan ataupun lambat. Desktop berubah menjadi 6 bagian, tapi hal itu tidak secantik Compiz Fusion di Linux. Walapun seperti itu tapi, bagi orang-orang teknik di bidang IT, pasti tidak akan menggunakan Windows tersebut, banyak alasan mengapa Windows ditinggalkan, mulai dari Virus, systemnya yang sekarang sering terjadi crash, dan yang paling utama adalah karena Windows sangat Mahal. Dan kalaupun menggunakan versi bajakan, bisa kena penyapuan dari pihak Microsoft. Maka dari itu Linux merupakan tempat yang tepat untuk mengatasi segala masalah tersebut. Tapi sayang, VGA VIA tidak berjalan mulus dengan Accelerrator system OpenGL. Kalau menurut ku sebenarnya, memang VGA VIA itu adalah VGA yang sudah cukup bagus. Ketika aku lihat di forum tkArena situs viaarena sudah menyediakan driver Linux untuk mensupport OpenGL, tetapi rata-rata hanya pada Linux versi lama. Semisal Ubuntu 7.04, bahkan dokumentasi di viaarena menyatakan bahwa untuk mendukung 3D accelerrated dapat menggunakan Fedora Core 5/6/7. Itu berarti sebenarnya VIA sudah dapat men-support Linux maupun OpenGL mungkin hanya saja source code VGA nya yang masih tertutup. Hal ini membuat para penikmat Linux kecewa ketika ingin mencoba Linux di Laptop mereka dengan menggunakans Chipset VGA dari VIA.

Akan tetapi, tidak selamanya source kode dari VIA itu akan tertutup. Banyak dari forums ubuntu yang mencoba meng-compile beberapa script dan pengaturan di bagian /etc/X11/xorg.conf untuk mendapatkan yang terbaik. Dan usaha mereka tidak sia-sia banyak yang sudah dapat menginstall Ubuntu bahkan untuk versi terbaru yaitu Ubuntu 8.04 dan 8.10, termasuk aku yang sekarang menggunakan Ubuntu 8.10. Laptopku tidak bagus aku menggunakan Axioo TVR718P dengan Chipset VGA VIA Chrome9 HC IGP CN896CE/VN896/P4M900+VT8237A. Awal menginstall aku memang tidak berhasil, ternyata kalo pake laptopku install ubuntu tersebut tidak secara normal installation, harus memlalui safe mode, jadi disini bagi yang mempunyai laptop ataupun chipset VGA yang sama dengan aku tidak akan pernah dapat untuk menikmati Live CD dari Linux ubuntu, atau juga Linux dengan versi kernel terbaru lainnya. Jadi terpaksa harus langsung di install itupun pake safe mode. Beruntungnya aku sudah tau duluan bagaimana seluk-beluk Linux Ubuntu jadi tidak ada keraguan untuk menginstallnya.

Baik langsung keprosedur penginstallannya. Bagi yang belum tau Linux Ubuntu dimohon untuk mempelajari dulu atau cari tahu dulu, tapi aku yakin yang memabca panduan ini pasti adalah orang yang sudah mengerti Linux Ubuntu dan ingin mencobanya. Dalam prosedur kali ini kita akan menginstall Ubuntu 8.10 kedalam Laptop Axioo dengan VGA Chipset CN896CE/VN896/P4M900 + VT8237A.

  1. Siapkan CD/LiveCD Installation dari Ubuntu tersebut (aku pakai 8.10)

  2. Nyalakan Laptop dan gunakan boot melalui CD (dapat diatur melalui BIOS)

  3. Setelah boot berhasil akan ditampilkan pada sebuah menu dan pemilihan bahasa (dalam hal ini aku memilih bahasa Indonesia)

  4. Langsung saja arahkan sorotan ke Install Ubuntu

  5. Tekan F4 untuk memilih mode dan pilih Safe Mode

  6. Setelah itu tinggal Enter dan tunggu proses.

Pada saat tampilan installasi muncul sepertinya VGA VIA sudah terdeteksi, tapi memang ternyata sudah terdeteksi hanya saja belum bekerja dengan baik.

Lakukan installasi sesuai dengan prosedur dan pengaturan kamu. Setelah selesai install, system akan meminta reboot, dari situ kamu pasti menemui layar freze dengan piksel pecah putih. Memang itulah VGA VIA, yang tidak terdeteksi dengan normal. Oleh karena itu anda tidak akan mungkin menjalankan mode GUI setelah instalasi ini. Karena tidak bisa setting lewat GUI kita gunakan mode terminal atau biasa disebut mode teks. Pada GRUB menu pilih (recovery mode), setelah itu kita akan dihadapkan pada menu lagi, pilih saja Drop to root maka kita akan masuk pada command, diamana posisi kita sebagai root.

Setelah itu gunakan perintah nano untuk meng-edit file xorg.conf di /etc/X11

# nano /etc/X11/xorg.conf

(bisa juga menggunakan perintah yang lain, semidal vi editor atau gedit)

edit file isinya sesuai dengan script di bawah ini :

==============================================================================================

#edited by tzetta, jt

# xorg.conf (X.Org X Window System server configuration file)

#

# This file was generated by dexconf, the Debian X Configuration tool, using

# values from the debconf database.

#

# Edit this file with caution, and see the xorg.conf manual page.

# (Type “man xorg.conf” at the shell prompt.)

#

# This file is automatically updated on xserver-xorg package upgrades *only*

# if it has not been modified since the last upgrade of the xserver-xorg

# package.

#

# If you have edited this file but would like it to be automatically updated

# again, run the following command:

# sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Generic Keyboard”

Driver “kbd”

Option “XkbRules” “xorg”

Option “XkbModel” “pc105″

Option “XkbLayout” “de”

EndSection

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Configured Mouse”

Driver “mouse”

Option “CorePointer”

EndSection

# commented out by update-manager, HAL is now used

Section “InputDevice”

Identifier “Synaptics Touchpad”

Driver “synaptics”

Option “SendCoreEvents” “true”

Option “Device” “/dev/psaux”

Option “Protocol” “auto-dev”

Option “HorizEdgeScroll” “0″

Option “SHMConfig” “true”

EndSection

Section “Device”

Identifier “Configured Video Device”

Driver “openchrome”

Option “ActiveDevice” “LCD,CRT”

Option “NoDDCValue” “true”

Option “XaaNoImageWriteRect” “true”

Option “SWCursor” “true”

EndSection

Section “Monitor”

Identifier “Configured Monitor”

Option “PreferredMode” “1280×800″

EndSection

Section “Screen”

Identifier “Default Screen”

Monitor “Configured Monitor”

Device “Configured Video Device”

DefaultDepth 24

SubSection “Display”

Depth 24

Modes “1280×800″

EndSubSection

EndSection

Section “ServerLayout”

Identifier “Default Layout”

Screen “Default Screen”

# commented out by update-manager, HAL is now used

InputDevice “Synaptics Touchpad”

EndSection

Section “Files”

ModulePath “/usr/lib/xorg/modules”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/misc”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/cyrillic”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/100dpi/:unscaled”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/75dpi/:unscaled”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/Type1″

FontPath “/usr/share/fonts/X11/100dpi”

FontPath “/usr/share/fonts/X11/75dpi”

FontPath “/var/lib/defoma/x-ttcidfont-conf.d/dirs/TrueType”

EndSection

Section “Module”

Load “dbe”

Load “extmod”

Load “dri”

Load “xtrap”

Load “record”

Load “glx”

EndSection

Section “Device”

### Available Driver options are:-

### Values: <i>: integer, <f>: float, <bool>: “True”/”False”,

### <string>: “String”, <freq>: “<f> Hz/kHz/MHz”

### [arg]: arg optional

#Option “PrintVGARegs” # [<bool>]

#Option “PrintTVRegs” # [<bool>]

#Option “I2CScan” # [<bool>]

#Option “VBEModes” # [<bool>]

#Option “NoAccel” # [<bool>]

#Option “AccelMethod” # <str>

#Option “ExaNoComposite” # [<bool>]

#Option “ExaScratchSize” # <i>

#Option “SWCursor” # [<bool>]

#Option “ShadowFB” # [<bool>]

#Option “Rotate” # [<str>]

#Option “VideoRAM” # <i>

#Option “ActiveDevice” # [<str>]

#Option “BusWidth” # [<str>]

#Option “Center” # [<bool>]

#Option “PanelSize” # [<str>]

#Option “ForcePanel” # [<bool>]

#Option “TVDotCrawl” # [<bool>]

#Option “TVDeflicker” # <i>

#Option “TVType” # [<str>]

#Option “TVOutput” # [<str>]

#Option “DisableVQ” # [<bool>]

#Option “DisableIRQ” # [<bool>]

#Option “EnableAGPDMA” # [<bool>]

#Option “NoAGPFor2D” # [<bool>]

#Option “NoXVDMA” # [<bool>]

#Option “VbeSaveRestore” # [<bool>]

#Option “DisableXvBWCheck” # [<bool>]

#Option “MaxDRIMem” # <i>

#Option “AGPMem” # <i>

Identifier “Card0″

Driver “openchrome”

VendorName “VIA Technologies, Inc.”

BoardName “CN896/VN896/P4M900 [Chrome 9 HC]”

BusID “PCI:1:0:0″

EndSection

Section “Screen”

Identifier “Screen0″

Device “Card0″

Monitor “Monitor0″

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 1

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 4

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 8

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 15

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 16

EndSubSection

SubSection “Display”

Viewport 0 0

Depth 24

EndSubSection

EndSection

==============================================================================================

setelah itu save, kemudian silahkan masuk mode grafik dengan mengetikkan perintah

# init 5

sekarang kamu sudah bisa menikmati desktop ubuntu dengan tenang.

Atau jika kamu ingin baca tutorialnya bisa kamu Download dengan klik tulisan di bawah ini

DOWNLOAD Ubuntu di Axioo.pdf

————————————————————————————————————————-

Tambahan

————————————————————————————————————————-

Atau Replace /etc/X11/xorg.conf dengan configurasi file yang bisa kamu Download, klik tulisan di bawah ini

DOWNLOAD xorg.txt

untuk me-replace bisa gunakan perintah < cp > tapi sebelumnya kamu harus simpan file xorg.txt yang sudah kamu Download ke media penyimpanan semisal Flash Disk, setelah itu mount di /mnt perhatikan perintah berikut ini :

( tancapkan Flash Disk ke USB port)

# mount /dev/sdb1 /mnt/

Kemudian copy file xorg.txt yang sudah kamu simpan tadi ke System dengan perintah berikut :

# cp /mnt/xorg.txt /etc/X11/xorg.conf

(ingat syaratnya boot pake Recovery Mode trus gunakan opsi Drop to root) Setelah semua selesai langsung gunakan perintah

# init 5

maka akan muncul desktop Ubuntu 8.10 Enjoy…..

————————————————————————————————————————-

Screenshot dari laptop q

Desktop

Desktop

Mozilla dan File Manager

Mozilla dan File Manager